BERANDA POLITIK FOCUS PEMERINTAHAN PEMBANGUNAN COVID-19
MENU
REDAKSI SJBNews PEDOMAN MEDIA SIBER ADMIN
Pengunjung: 636770
SJBNews / FOCUS, POLITIK / Detail Berita
Kamis, 25 Februari 2021, 10:53 WIB 36 x baca
CE-Ratu dan KPU Sama-Sama Optimis
Redaksi SJBNews

Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta

JAMBI, SJBNews.

Sidang pembuktian sengketa perselisihan hasil Pilgub Jambi sudah digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (23/2) kemarin.

Total ada 16 saksi yang didengar keterangannya dalam sidang yang berlangsung dari pukul 08.00 Wib, hingga pukul 17.00 Wib tersebut.

15 saksi masing  masing dari  pemohon, termohon dan pihak terkait. Satu saksi lagi adalah saksi ahli yang diajukan pihak pemohon, CE-Ratu.

Seperti sebelumnya, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli itu tidak disiarkan live secara daring.

Infomasi yang diperoleh, dalam sidang kemarin majelis hakim konstitusi lebih menekankan pada pembuktian soal aturan pemilih yang boleh masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Intinya, bolehkah pemilih yang tidak memiliki KTP atau SUKET dimasukkan dalam DPT.

Selain itu, hakim juga memintai keterangan para saksi yang diajukan para pihak secara bergantian.

Seperti diketahui CE-Ratu mempersoalkan pemilih tidak berhak yang tanpa memiliki E-KTP dan SUKET diberikan kesempatan memilih. Totalnya sekitar 13.487 suara.

Menurut kuasa hukum CE-Ratu, Yusril Ihza Mahendra, hak memilih telah diatur dalam pasal 56 dan 57 UU Nomro 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, yang menyatakan bahwa satu-satunya syarat utama pemilih bisa menncoblos dibuktikan dengan kepemilikan E-ktp atau Surat Keterangan Telah Melakukan Rekam Data Elektronik (SUKET) dari Disdukcapil.

Dari sidang pemeriksaan saksi dan ahli kemarin, Cek Endra mengaku optimis permohonannya akan dikabulkan majelis hakim konstitusi.

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal juga mengaku optimis saksi dan alat bukti dari KPU bisa mematahkan dalil pihak pemohon.

Apnizal berkeyakinan, hakim akan menerima eksepsi KPU. Namun, pihaknya harus bersiap dengan kemungkinan terburuk, bahwa hakim mengabulkan permohonan pasangan CE- Ratu untuk dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Menurut Apnizal, dalam sidang kemarin pihaknya mengajukan lima orang saksi. Kemudian, pihak pemohon juga lima saksi. Begitu juga dengan pihak terkait. Ditambah satu saksi ahli dari pihak pemohon.

Apnizal mengatakan, sidang kemarin merupakan sidang terakhir. Tidak ada agenda sidang lagi. Semua pihak tinggal menunggu hasil keputusan pada pertengahan Maret 2021 mendatang. (Asido Girsang)

Editor : Laima Mendahara

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
0%
Terhibur
0%
Terinspirasi
0%
Bangga
0%
Terkejut
0%
Sedih
0%
Takut
0%
Marah
0%