JAMBI, SJBNEWS.CO.ID : Tidak ada warga provinsi Jambi yang tidak kenal Orang Kayo Hitam, sosok Raja Kerajaan Melayu Jambi pada abad ke 16. Manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi, berkesempatan ziarah berkunjung ke Makam penyebar agama Islam di Jambi itu di kelurahan Simpang kecamatan Berbak kabupaten Tanjab Timur.
Ketika ziarah ke Makam Orang Kayo Hitam yang telah menjadi cagar budaya itu, perwakilan BUMN perkebunan ini melihat plang papan nama Makam sudah tak layak. Melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PTPN IV Regional 4 Jambi, membuat dan memasang plang papan nama pada Rabu (28/1/2025). Pemasangan plang nama, langsung disaksikan dan turut dikerjakan, Hasan pegawai Dinas Pariwisata Tanjab Timur yang bertugas menjaga Makam.

“”Alhamdulillah,,,plang papan nama Makam Orang Kayo Hitam sudah terpasang sebagai pengganti plang yang lama. Terima kasih atas perhatian dan kepedulian PTPN IV terhadap cagar budaya Jambi. Makam ini adalah Makam Raja Kerajaan Melayu Jambi, Orang Kayo Hitam,”” kata Hasan petugas yang penjaga Makam
Menurut Hasan, sebelumnya ada pimpinan manajemen PTPN IV Regional IV Jambi berziarah dan melihat plang papan nama yang sudah tidak layak, dia lalu koordinasi dengan PTPN IV hingga bisa dibuatkan plang papan nama baru. “”Saya juga sudah koordinasi dengan Dinas Pariwisata Tanjab Timur tentang bantuan dari program TJSL PTPN IV Regional IV ini,”” ungkap Hasan.

Makam Orang Kayo Hitam di kelurahan Simpang Tanjab Timur ini, telah menjadi cagar budaya sesuai Keputusan Gubernur Jambi No: 1003/KEP GUB/DISBUDPAR-3/2022. Bangunan dan struktur Makam juga dilindungi UNDANG-UNDANG NO. 11 TAHUN 2010, Tentang Cagar Budaya.
Orang Kayo Hitam merupakan anak ketiga dari Datuk Paduka Berhala, Raja Kerajaan Melayu Jambi pertama yang dipercaya hidup pada abad ke 16. Orang Kayo Hitam sebagai tokoh sentral melawan dominasi Kerajaan Mataram Islam dan merupakan simbol kesatria orang Jambi melawan penjajah, termasuk pengaruh bangsa Eropa yang mulai masuk ke Jambi.
Makam Orang Kayo Hitam terletak di tepi sungai Batanghari, kecamatan Berbak, kabupaten Tanjab Timur. Ditinjau dari bentuknya Makam Orang Kayo Hitam berdenah persegi panjang dengan jirat berbahan batu berukuran panjang makam 6,5 M, lebar 1,5 M.(***)
