KOTA JAMBI, SJBNEWS.CO.ID - Kasus dugaan tindakan asusila kembali menggemparkan Kota Jambi.
Dari informasi yang diperoleh, seorang remaja putri berinisial AN (18), warga Kecamatan Alam Barajo, dilaporkan menjadi korban pemerkosaan oleh empat orang pria.
Mirisnya, dua di antara terduga pelaku disinyalir merupakan oknum anggota Kepolisian yang bertugas di Jambi.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini.
Berdasarkan keterangan ibu korban, Monica, kejadian kelam ini bermula saat AN berkenalan dengan salah satu pelaku berinisial IN di sebuah gereja pada November tahun lalu.
Namun, aksi bejat tersebut baru terungkap pada 2 Januari 2026, setelah Monica menemukan pesan singkat di ponsel anaknya.
"Anak saya curhat ke temannya lewat pesan daring, karena tidak berani bicara kepada orang tua. Di sana baru ketahuan apa yang terjadi," ungkap Monica.
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban berada di rumah rekannya, LN. Pelaku Indra berjanji akan menjemput untuk mengantar AN pulang.
Namun, Indra baru datang tengah malam dan membawa AN pergi. Bukannya diantar pulang, korban justru dibawa berkeliling hingga ke kawasan Kebun Kopi.
Di sana, para pelaku diduga sempat mengonsumsi minuman keras.
Kondisi semakin mencekam saat AN dibawa ke sebuah rumah kos di kawasan Arizona, yang diduga disewa oleh seorang anggota polisi.
Menurut pengakuan korban, ia dibawa dalam kondisi tidak sadar dan digotong oleh para pelaku. Setelah kejadian tersebut, ANI ditinggalkan begitu saja di Terminal Alam Barajo.
Dampak dari kejadian tersebut, ANI mengalami trauma berat. Monica menyebutkan anaknya kini sering mengurung diri di kamar dan sempat mengutarakan keinginan untuk mengakhiri hidup. (TIM)
