KERINCI, SJBNEWS.CO.ID - Anggota DPRD Kerinci yang tergabung Beberapa Komisi Selasa 3 Pebruari 2026 Menggelar Hering Dengan Pihak PT.Kerinci Merangin Hendro ,( PLTA) Dan termasuk beberapa Aktipis termasuk Masyarakat bertepat di ruang paripurna Dewan di Kantor DPRD Kerinci di bukit tengah.
Pertemuan (Hering) Antara DPRD Kerinci Dengan PT.Kerinci Merangin Hendro Dan Aktipis Kerinci Yang Pimpin Lansung oleh Wakil DPRD H.Boy Edwar dari Fraksi Golkar Dan Selpina Dari Fraksi PAN tersebut adalah untuk Mencari titik permasalahan yang mengakibatkan terjadinya Venomena yang meresahkan Masyarakat Kerinci atas Penyusutan Air Danau Kerinci Dalam beberapa Minggu belakangan ini.
Di Awal Pertemuan Tersebut terjadi kesempatan Ormas (LSM) Hitam Putih lebih awal memberikan pemaparan terhadap Penyebab terjadinya Penurunan Debit Air ,Atau Penyusutan Air Danau Kerinci ,diduga disebabkan oleh Sedotan Aliran Air Pembangkit Toerbin PLTA Yang Pintu Airnya Berada di Muara Danau Kerinci (Di Jembatan Tanjung Merindu) yang di Gali oleh PT.Kerinci Merangin Hendro dengan Kedalaman lebih kurang 8 m.
Menurut LSM Hitam Putih dan LSM Pedas ,Semenjak beroperasinya Pintu Air PLTA tersebut Penyebab terjadinya Venomena yang mengakibatkan penyusutan Debit Air dan menimbulkan Kekeringan Di Danau Kerinci,ucap nya.
Atas Paparan LSM Hitam Putih Dan LSM Pedas tersebut Di jawab oleh pihak Manajemen PT.Kerinci Merangin Hendro ( pihak PLTA ) , yang di sampaikan ASLORI,Bahwa Debit Air yang di butuhkan untuk Pembangkit Toerbin PLTA itu Atas Petunjuk dari pihak PLN ,dan tidak mengurangi Debit Air yang ada di Danau Kerinci,dan juga di katakan ASLORI,Bahwa Air untuk pembangkit Toerbin PLTA itu bukan saja Air yang berasal Dari Danau Kerinci saja,Melainkan ada lima sumber Air yang berasal dari sungai-sungai yang lain, ucap ASLORI.
Akibat Penyusutan Air Danau Kerinci bukan saja menghilangkan Panorama Objekwisata Andalan Masyarakat Kerinci Bila Lebaran Tiba termasuk Warga kerinci yang di perantauan yang mau berwisata k Danau,tetapi Kekeringan Danau tersebut sangat berdampak terhadap Mematikan Ekonomi masyarakat di sekitar Danau kehilangan mata pencaharian,Seperti Nelayan di Desa Pulau Pandan Dan Desa Karang Pandan termasuk Desa Sanggaran Agung juga kehilangan Mata pencaharian sebagai nelayan.
Seperti DiSampaikan Oleh Ketua BPD Desa Pulau Pandan Nanang Sundayana, Semenjak Kekeringan terjadi Di Danau Kerinci dan Sungai Tanjung Perindu ,Ikan Ikan yang menjadi sumber Ekonomi masyarakat sudah pada mati ,kekeringan sungai tersebut di sebabkan semenjak beroperasinya Pintu Air PLTA.
Masih Menurut Ketua BPD,semenjak kekeringan,bukan saja ikan yang mati tetapi masyarakat Petani Padi sawah pun kehilangan Ekonomi karena tidak bisa lagi menanam padi sawah akibat di Landa kekeringan.
Dalam wawancara singkat Tentang kesimpulan Hering tersebut, Wakil Ketua DPRD Dari Fraksi Golkar H.BOY EDWAR.SE menyampaikan, bahwa Dewan menampung masukan dari Teman teman ,baik Dari teman LSM dari Tokoh Masyarakat Terhadap Venomeno Berkurangnya Debit Air Danau Kerinci yang di sangkakan penyebabnya Beroperasinya Pintu Air PLTA,Atas Masukan tersebut Dalam waktu Dekat ini Anggota Dewan bersama Komisi terkait dan Dinas terkait akan melakukan Cek Endricek kelapangan ,guna untuk mencari titik Trang terhadap Penyebab terjadinya Venomena kurang Debit Air ( Kekeringan) Danau Kerinci, Ucap Wakil Ketua DPRD Kerinci H.BOY EDWAR.SE. (DILAS)